SEMARANG – Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim yang dirangkaikan dengan kultum Ramadan dan buka puasa bersama pada Kamis (6/3). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta anak-anak yatim dari lingkungan sekitar kampus.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi sivitas akademika Fakultas Hukum Unwahas untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan akademik. Melalui santunan anak yatim, fakultas ingin menanamkan pemahaman bahwa ilmu hukum tidak hanya berkaitan dengan norma dan regulasi, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan serta tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
Dekan Fakultas Hukum Unwahas, Dr. M. Shidqon Prabowo SH, MH., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun fakultas hukum yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial.
Ia menegaskan bahwa dalam membangun institusi pendidikan hukum, fakultas tidak hanya menekankan usaha lahir melalui penguatan akademik, penelitian, dan pengembangan keilmuan, tetapi juga usaha batin melalui kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan.
“Fakultas hukum tidak hanya menjalankan usaha lahir melalui aktivitas akademik, tetapi juga usaha batin. Salah satunya melalui kegiatan santunan kepada anak yatim piatu. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa hukum harus selalu berpihak pada nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Selain santunan anak yatim, acara juga diisi dengan kultum Ramadan yang disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Hukum Unwahas, Prof. Mahmutarom HR. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan profesi hukum.
Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun sistem hukum yang berkeadilan. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan bagian dari upaya membangun dimensi spiritual dalam kehidupan akademik.
“Fakultas hukum tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga membangun usaha batin melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Anak yatim merupakan anak-anak yang sangat dimuliakan dan dikasihi oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sehingga menyantuni mereka merupakan bentuk kepedulian sekaligus penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan,” tutur Prof. Mahmutarom.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh peserta. Suasana kebersamaan yang tercipta diharapkan semakin mempererat hubungan antara sivitas akademika Fakultas Hukum Unwahas dengan masyarakat sekitar.